Salah satu jenis tarian bali yaitu Legong Kraton
"Tari Legong Keraton "

CONTACT US
Sanggar Tari Sekar Tampaksiring
Jln. Ciung Wanara no.18
Telp. (022)-2507350
CONTACT PERSON
Ariadi(081936415876)
Mahe(085737310173)

:: HOME | SEJARAH | PROFILE | TARIAN | PRESTASI | GALERI | PROMOSI | KURIKULUM ::.
Tari Pendet

Tari Pendet

Tari ini merupakan tarian putri kelompok yang dibawakan oleh sekelompok remaja putri, masing-masing membawa sebuah mangkuk perak (bokor ) yang penuh berisi bunga. Pada akhir tarian para penari menaburkan bunga kearah penonton sebagai ucapan selamat datang. Tarian ini biasanya dipakai untuk menyambut tamu-tamu atau memulai suatu pertunjukan. (Wayan Dibia 1999 : 47)


Tari Legong Keraton

Tari Legong Keraton

Legong Keraton adalah sebuah tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat komplek dan diikat oleh struktur tabuh pengiring yang konon mendapat pengaruh dari Tari Gambuh. Kata Legong Keraton terdiri dari dua kata yaitu legong dan kraton. Kata legong diduga berasal dari kata “leg” yang berarti gerak tari yang luwes. Lemah gemulai. Sementara “gong” berarti gambelan. “leg” dan “gong” digabung menjadi legong yang mengandung arti gerakan yang diikat, terutama aksentuasinya oleh gambelan yang mengiringinya. (Wayan Dibia 1999 : 36).


Tari Belibis

Tari Belibis

Tari kreasi baru ini menggambarkan kehidupan sekelompok burung belibis yang dengan riangnya menikmati keindahan alam. Mereka tiba-tiba dikejutkan oleh munculnya seekor burung belibis jadi-jadian yang merupakan penjelmaan dari Prabu Angling Dharma setelah terkena kutukan dari istrinya yang sakti (dalam cerita Tantri). Dibawakan oleh 7 orang penari wanita, tari belibis diciptakan pada tahun 1984 oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem (koreografer) dan I Nyoman Windha (komposer).. (Wayan Dibia 1999 :63)


Tari Cendrawasih

Tari Cendrawasih

Kisah yang digambarkan di dalam tarian adalah kehidupan burung Cendrawasih di pegunungan Irian Jaya pada masa birahi.Tari duet yang ditarikan oleh penari putri, kendatipun dasar pijakannya adalah gerak tari tradisi Bali, beberapa pose dan gerakannya dari tarian ini telah dikembangkan sesuai dengan interpretasi penata dalam menemukan bentuk - bentuk baru sesuai dengan tema tarian ini. Busana ditata sedemikian rupa agar dapat memperkuat dan memperjelas desain gerak yang diciptakan. Tarian ini di ciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem (yang juga sebagai penata busana dari pada tarian ini) dalam rangka mengikuti Festival Yayasan Walter Spies. penata tabuh pengiring adalah I Wayan Beratha dan I Nyoman Widha pada tahun 1988. (Wayan Dibia 1999 : 61)


Tari Manuk Rawa

Tari Manuk Rawa

Tarian yang dibawakan oleh sekelompok (antara 5 sampai 7 orang ) penari wanita ini merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan perilaku sekelompok burung (manuk) air (rawa) sebagaimana yang dikisahkan didalam cerita Wana Parwa dari Epos Mahabharata. Gerakan tarinya diambil dari tari klasik Bali yang dipadukan dengan gerakan tari dari Jawa dan Sunda, yang telah dimodifikasikan sesuai dengan tuntutan keindahan. Tarian ini diciptakan pada tahun 1981 oleh I Wayan Dibia (koreografer), dan I Wayan Beratha (komposer). Sebelum menjadi sebuah tari lepas, tari Manukrawa merupakan bagian dari sendratari Mahabharata "Bale Gala-Gala" karya tim sendratari Ramayana/ Mahabharata Propinsi Bali yang ditampilkan dalam Pesta Kesenian Bali tahun 1980.. (Wayan Dibia 1999 : 62)


Tari Oleg Tambulilingan

Tari Oleg Tambulilingan

Oleg dapat berarti gerakan yang lemah gemulai, sedangkan tambulilingan berarti kumbang pengisap madu bunga. Tari Oleg Tambulilingan melukiskan gerak-gerik seekor kumbang, yang sedang bermain-main dan bermesra-mesraan dengan sekuntum bunga di sebuah taman. Tarian ini sangat indah. Tari Oleg Tambulilingan, yang semula dinamakan Tambulilingan Mangisep Sari, merupakan ciptaan Ketut Mario dari Tabanan pada tahun 1952 atas permintaan John Coast (dari Amerika). (Wayan Dibia 1999 : 50)


Tari Sekar Jagat

Tari Sekar Jagat

Tarian ini merupakan garapan kelompok yang ditarikan sejumlah penari putri (biasanya antara 5 sampai 7 orang) yang masing-masing membawa sebuah canangsari. Tarian penyambutan ini menggambarkan kegembiraan para penari dalam menyambut para tamu yang hadir. Kegembiraan ini diungkapkan melalui keindahan gerak. Tarian ini diciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem (yang juga sebagai penata busananya) pada tahun 1993 dalam rangka pembukaan Pameran Wastra Bali di Jakarta. Penata iringannya adalah I Nyoman Windha. Tarian ini diilhami oleh tarian upacara, Rejang dan Pendet dari daerah Asak (Karangasem). (Wayan Dibia 1999 : 49)


:: News Flash ::
facebook
untuk informasi dan komunikasi lebih lanjut bisa dilihat di facebook @Sanggar Tari Bali Sekar Tampaksiring

Tari Kecak
Sanggar kita akan pentas kecak sabtu ini lho saksikan ya di braga tanggal 7 Mei 2011 di pensi sma 5 bandung. di jamin seru dan ga ada duanya

Pelatih Baru
5 Maret 2011 :: Ada kabar baik nih dari Sanggar Tari Sekar Tampaksiring. Tahu g? ya dari jdulnya aja udah tau ya. Iya nih.. sekarang ada pelatih baru di saanggar. Siapa itu? Dateng aja ke Sanggar. Pelatihnya mantap abis lho..


PENGURUS LOGIN
UserName

Password